--> Skip to main content
8 Tokoh Penjelajah Samudra dari Berbagai Negara

8 Tokoh Penjelajah Samudra dari Berbagai Negara

--Letakan kode unit adsense hasil parse disini--
Konten [Tampil]
8 Tokoh Penjelajah Samudra dari Berbagai Negara

8 Tokoh Penjelajah Samudra dari Berbagai Negara – Pada masa lampau, orang melakukan penjelajahan samudra untuk berbagai tujuan.

Ada yang bermaksud untuk mencari bahan makanan atau hasil alam.

Tidak jarang juga yang melakukan penjelajahan samudra untuk tujuan perdagangan dan meraih keuntungan.

Beberapa penjelajah juga kemudian dikenal sebagai penemu suatu wilayah.

Tokoh-Tokoh Penjelajah Samudra

Dalam sejarah, dikenal beberapa tokoh yang telah melakukan penjelajahan samudra. Tokoh-tokoh tersebut berasal dari berbagai negara di dunia ini.

Karena merupakan penjelajahan, waktu yang mereka habiskan untuk mengarungi samudra bisa sangat lama, bisa dalam hitungan beberapa bulan.

Mereka melakukan penjelajahan dengan tujuan yang berbeda.

Apapun tujuannya, tokoh-tokoh ini telah masuk dalam daftar sejarah yang sampai sekarang masih dikenang. Inilah nama-nama tokoh tersebut.

1. Christopher Columbus

Christopher Columbus memulai penjelajahan samudra pada tanggal 3 Agustus 1492. Tidak hanya sendirian, tokoh penjelajah samudra yang terkenal ini berlayar bersama sang adik yang seorang ahli pembuat peta bernama Bartholomew.

Kedua tokoh ini menggunakan tiga kapal yaitu Nina, Pinta dan Santa Maria. Perjalanan tersebut dimulai dengan menyeberangi Samudra Atlantik.

Selama lebih dari dua bulan, Christopher Columbus sampai di Pulau Guanahani di Kepulauan Bahama, Karibia.

Christoper Columbus kemudian melanjutkan perjalanan hingga mendarat di Haiti pada tanggal 6 Desember 1492. Ia kemudian diangkat menjadi gubernur di Hairi.

Kemudian pada tanggal 16 Januari 1493, Christopher Columbus memutuskan kembali ke Spanyol. Karena telah mengelilingi benua Amerika dengan penjelajahan samudra yang dilakukannya, Christopher Columbus dikenal sebagai penemu benua Amerika.

2. Bartholomeus Diaz

Bartholomeus Diaz dikenal sebagai tokoh penjelajah samudra asli Portugis. Ia memulai pelayaran atas perintah Raja Portugis John II.

Perjalanan itu dimulai pada bulan Agustus 1487 untuk tujuan menemukan Hindia yang merupakan daerah kaya akan rempah-rempah.

Hindia tak lain adalah Indonesia yang memang sudah terkenal di Eropa sebagai wilayah penghasil rempah-rempah berkat tulisan Marcopolo.

Pelayaran yang dilakukan Bartholomeus Diaz  berawal dari Lisabon, ibukota Portugis. Ia mengambil rute menyusuri pantai barat Afrika hingga sampai di ujung selatan benua Afrika.

Karena ombak yang besar dan angin yang kencang, Diaz terpaksa kembali hingga mencapai pantai Afrika di teluk Mossel.

Diaz memberi nama titik barat daya Afrika dengan sebuat Tanjung Badai. Namun nama itu diganti menjadi Tanjung Harapan oleh Raja Joao II.

3. Vasco da Gama

Karena perjalanan Diaz tidak membuahkan hasil sesuai tujuan awal, maka pada 8 Juli 1497 Raja Portugis Emmanuel I mengutus Vasco da Gama.

Tokoh penjelajah samudra itu tidak menempuh rute yang sama seperti yang ditemukan dan dilalui oleh Diaz. Vasco da Gama langsung berlayar ke samudra Atlantik dan sampai di sebelah utara Tanjung Harapan.

Tepat pada 22 Mei 1498, Vasco da Gama beserta anak buah kapalnya tiba di Calcuta dan Goa yang terdapat di pantai barat India.

Di Calcuta dan Goa, Vasco da Gama sempat membuka pos perdagangan lantaran menganggap bahwa India adalah sumber rempah-rempah yang selama ini dicari.

Pada akhirnya, Vasco da Gama dan pedagang lain mengetahui bahwa India bukan daerah penghasil rempah-rempah. Meski begitu, Vasco da Gama sempat membeli rempah-rempah dan mengirimnya ke Portugis. Sementara sebagian yang lain dijual di negara lain di Eropa.

4. Cornelis de Houtman

Cornelis de Houtman memimpin pelayaran dengan empat kapal yang memuat ratusan awak kapal dan puluhan meriam.

Bersamanya juga ada tokoh penjelajah samudra lain Pieter de Kaizer melakukan perjalanan tersebut untuk tujuan mencari daerah asal rempah-rempah seperti yang dilakukan oleh pelaut asal Portugis.

Sayangnya, perjalanan yang dilakukan Cornelis de Houtman memakan waktu cukup lama yaitu sampai 14 bulan karena kurangnya pengalaman hingga akhirnya sampai di Indonesia pada 1595.

Banten menjadi tempat pertama rombongan Cornelis de Houtman berlabuh. Banten juga termasuk penghasil lada terbesar di nusantara.

Cornelis de Houtman kemudian menyusuri sepanjang pantai di Pula Jawa. Pada tahun 1597, ia kembali ke negaranya dengan keberhasilannya membawa cukup banyak rempah-rempah.

Perjalanan Cornelis de Houtman itu menjadi pembuka bagi pelaut asal Belanda untuk masuk ke Indonesia secara liar.

5. Jacob Van Neck

Pelaut dari Belanda silih berganti menjelajahi samudra. Adalah Jacob Van Neck, salah satu tokoh penjelajah samudra yang masih memiliki tujuan yang sama.

Ia melakukan perjalanan bersama Van Warwyk dan juga mendarat di Banten pada tahun 1598. Rombongan ini juga sempat memasuki wilayah Maluku dan Tuban di Jawa Timur.

Karena sifat hormat Jacob Van Neck, masyarakat setempat menyambut mereka dengan sangat baik.

Selain karena sikap baiknya selama berada di Banten, Jacob Van Neck disambut hangat juga karena masyarakat Banten merasa dirugikan oleh Cornelis de Houtman. Sambutan serupa juga didapat Jacob Van Neck ketika di Tuban dan Maluku.

Apalagi saat itu masyarakat Ternate sudah tidak menjadi sekutu Portugis dan malah saling bermusuhan. Kondisi ini membuat Jacob Van Neck juga berkesempatan mendapatkan rempah-rempah dalam jumlah yang tidak sedikit.

6. Sir Francis Darke

Setelah kedatangan pelayar asal Portugis dan Belanda, Indonesia kembali didatangi tokoh penjelajah samudra dari Inggris bernama Sir Francis Darke.

Perjalanan Sir Francis Darke yang merupakan penjelajah pertama dari Inggris ini dimulai dari tahun 1577.

Dimulai dari Inggris menuju arah barat, Sir Francis Darke mengakhiri perjalanan ketika sampai di Ternate.

Ia kemudian kembali lagi ke negara asalnya pada tahun 1580 setelah berhasil mengangkut rempah-rempah berupa cengkih dalam jumlah yang sampai memenuhi kapalnya.

7. Sir James Lancaster

Masih dari Inggris, Sir James Lancaster mengadakan pelayaran atas dukungan Ratu Elizabeth I. Lancaster melakukan pelayaran bersama George Raymond dan berhasil sampai di Penang dan Aceh hingga kemudian kembali ke Inggris pada tahun 1594.

Setelahnya pada tahun 1600, Ratu Elizabeth I memberikan hak oktori pada maskapai atau organisasi dagang Inggris. Pelayaran pertama maskapai tersebut kembali dipimpin oleh Sir James Lancaster.

Tepat pada Juni tahun 1602, maskapai tersebut kembali mencapai Aceh. Pada saat itu, maskapai yang dipimpin Sir James Lancaster melanjutkan pelayaran ke wilayah Banten.

Di wilayah Banten itulah, Lancaster sebagai tokoh penjelajah samudra berhasil membangun kantor dagang. Dari kantor dagang tersebut, pelabuhan Banten menjadi pusat kegiatan perdagangan dari Inggris sampai tahun 1682. Masa itu merupakan masa kemajuan bagi Inggris di wilayah Asia.

8. Sir Henry Middleton

Pelayaran selanjutnya maskapai dagang Inggris dipimpin oleh Sir Henry Middleton pada tahun 1604. Pelayaran itu mencapai beberapa wilayah nusantara meliputi Ternate, Ambon dan Tidore.

Dalam waktu beberapa tahun, beberapa kantor dagang berhasil didirikan. Sayangnya, Belanda tidak terima dan menganggap Inggris telah menggagalkan rencananya dalam memonopoli perdagangan.

Perjalanan para tokoh penjelajah samudra ternyata tidak lepas dari sejarah Indonesia sebagai daerah yang terkenal akan rempah-rempahnya.

Banyak dari tokoh tersebut berhasil membawa rempah-rempah kembali ke negaranya. Beberapa di antaranya bahkan berhasil menguasi perdagangan meski akhirnya menimbulkan konflik.

Itulah beberapa tokoh penjelajah samudra yang berjasa menemukan beberapa daerah baru, sudah sepatutnya kita menghargai perjuangan mereka dan mengambil sisi positif dari apa yang telah mereka lakukan. Demikian yang bisa disampaikan, terimakasih.