Skip to main content

Laporan Wawancara Petani Sawah

Laporan Wawancara Petani Sawah

Laporan Wawancara petani sawah - Petani adalah seorang yang bergerak bidang pertanian dengan cara melakukan pengelolaan tanah yang bertujuan untuk menumbuhkan serta memelihara tanaman harapan memperoleh hasil dari tanaman tersebut.

Sektor pertanian di Indonesia merupakan salah satu yang termaju dibandingkan dengan sektor lainnya.  Meskipun sekarang ini sedang gencar-gencarnya peningkatan di sektor industri tetapi kita tidak boleh melupakan sektor pertanian yang memberikan hampir setengah dari keuntungan yang kita dapatkan dari sektor usaha di Indonesia.

Latar Belakang

Nasi adalah makanan pokok masyarakat Indonesia yang setiap harinya dikonsumsi.  Tanpa adanya nasi tentu kita akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok. 

Untuk itu kita harus bisa meningkatkan produksi beras kebutuhan pangan masyarakat. Tetapi akhir-akhir ini produksi beras semakin menurun serta harganya semakin mahal. Oleh karenanya harus ada peningkatan dari sektor pertanian.

Tujuan Wawancara

  •  Mengetahui cara merawat padi yang baik dan benar
  •  Mempelajari cara bercocok bercocok tanam padi
  •  Faktor-faktor mengetahui serta mempelajari harga jual dan beli beras yang berlaku di masyarakat.

Topik wawancara

Melakukan wawancara petani sawah

Waktu & Tempat

  • Selasa 16 November 2018
  • Pukul 8.00
  • Tempat Sawah Sadananya Ciamis

 Anggota Wawancara

  • Narasumber : Pak Trisno
  • Ketua : Ujang Hedrawan
  • Juru rekam : Setia Nata Praja
  • Juru Tulis : Yanti Jualianti
  • Juru Bicara : Zaelani Ardiansyah
  • Juru foto : Haliman

Teks Wawancara Petani Padi

Pewawancara : Selamat sore Pak kami dari SMA Informatika Ciamis ingin mewawancarai bapak.
Narasumber :  Selamat sore. ya silakan nak.
Pewawancara : Sejak kapan Bapak mulai bertani padi?
Narasumber :  sejak tahun 2005 Silam.
Pewawancara : Pak Berapa lama proses bertanam padi mulai dari penanaman bibit hingga panen?
Narasumber :  untuk padi kurang besar biasanya 3 bulan lebih ukuran kecil 3 bulan kurang.
Pewawancara : Apa yang harus dipersiapkan jika ingin menanam bibit padi?
Narasumber :  Persiapan pertama untuk menanam bibit padi kita harus mempunyai lahannya terlebih dahulu. Kemudian dilakukan pembajakan sawah dan setelah selesai tunggu hingga lahan berusia 2 minggu. Setelah cukup, langsung tanam bibit padi unggul pada lahan yang telah disiapkan.
Pewawancara : Berapa luas sawah bercocok tanam padi di ini?
Narasumber :  Sekitar 1,5 hektar. 
Pewawancara : Apa saja rintangan dalam bercocok tanam padi ini
Narasumber :  Rintangan yang dihadapi sangat banyak diantaranya adalah bibit yang terkena hama,  banyaknya hewan yang mengganggu seperti ulat, burung dan lain sebagainya, airnya yang kurang mendukung, banyaknya tanaman padi yang runtuh disebabkan oleh angin kencang.
Pewawancara:  Bagaimana cara merawat tanaman padi, agar bisa panen?
Narasumber :  Dengan cara rutin membersihkan petakan sawah lalu diberi pupuk dan rajin untuk memantau perkembangan tanaman padi.
Pewawancara : Bagaimana cara mengolah padi menjadi beras?
 narasumber:  Langkah pertama dalam menentukan biji biji padi kemudian dijemur kering. Setelah itu kita mulai memecahkan kulitnya dengan menggunakan alat dan yang terakhir melakukan penyosohan atau pemutihan beras.
Pewawancara :  Dalam setiap panen berapa kilo beras yang dijual?
nar narasumber :  Setiap panen biasanya bisa menghasilkan hingga 100 kilo.  Itupun tergantung hasil panen nya,  jika hasil panennya bagus kita bisa mendapatkan lebih dari itu dan jika hasil panennya kurang hasilnya kurang daripada itu.
Wawancara : Owh, iya baik pak terimakasih atas waktunya
Narasumber : iya sama-sama.

Demikian Pembahasan kali ini tentang laporan wawancara petani sawah. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan lampirkan di kolom komentar. Terimakasih.