--> Skip to main content
Pengertian Hutan Mangrove: Ciri-Ciri, Jenis, Fungsi & Manfaat

Pengertian Hutan Mangrove: Ciri-Ciri, Jenis, Fungsi & Manfaat

--Letakan kode unit adsense hasil parse disini--
Konten [Tampil]
Pengertian Hutan Mangrove: Ciri-Ciri, Jenis, Fungsi & Manfaat

Pengertian Hutan Mangrove - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas secara luas pengertian hutan mangrove, ciri-ciri, jenis-jenis, fungsi, manfaat, adaptasi, permasalahan dan solusi yang harus digunakan untuk melestarikan hutan mangrove.

Definisi hutan mangrove ini perlu kita ketahui untuk kelangsungan ekosistem yang ada. Tanpa mengetahuinya sampai kapanpun kita tidak akan bisa melestarikan dan mengelola sumberdaya tanman bakau yang melimpah ruah diselutuh penjuru nusantara.

Sebagian tentu sudah ada yang mengetahui apa itu hutan mangrove dan bagaimana ekosistemnya. Namun tidak jarang banyak orang yang kurang paham akan pengertian hutan mangrove itu sendiri.

Pengertian Mangrove adalah salah satu jenis tanaman dikotil yang hidup di perariran payau atau daerah sekitaran laut. Di Indonesia sendiri kita bisa dengan bebas membergunakan tanaman ini misalnya untuk bahan kosmetik dan sebagainya.

Tetapi, pemerintah juga menghimbau agar memanfaatkan sumberdaya yang ada secara maksimal dan tidak belebihan. Terus pemerintah juga menganjurkan untuk melestarikan hutan mangrove untuk kelestarian lingkungan.

Definisi Hutan Mangrove

Pengertian Hutan Mangrove adalah suatu ekosistem hutan di daerah pesisir pantai yang sistem ekologinya dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan Mangrove banyak dihuni oleh kelompok tanaman mangrove yang tersebar luas disekitaran pantai.

Pengertian mangrove secara umum adalah sebuah jenis hutan yang banyak ditemukan dikasawan muara yang struktur tanah atau rawanya padat. Salah satu ciri hutan ini adalah tanamannya yang menyembul keluar dan memiliki hamparan seperti semak belukar.

Pengertian Mangrove Menurut Para Ahli

Menurut Ghuffran (2012)

Hutan mangrove atau hutan bakau adalah sebuah ekosistem yang terus-menerus mengalami tekanan pembangunan.

Menurut Aried dalam Ghufran (2012)

Hutan mangrove adalah sebuah ekosistem hutan pasang surut karena terdapat di daerah yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

Menurut Supriharyono dalam Ghufran (2012)

Mangrove adalah sebuah komunitas atau masyarakat tumbuhan atau hutan yang tahan terhadap garam dan pasang surut air laut.

Menurut Tomlinson dalam Ghufran (2012)

Hutan Mangrove adalah sebuah istilah umum dari kumpulan pohon yang hidup di daerah berlumpur, basah serta terletak di perairan pasang surut daerah tropis.

Pengertian Hutan Mangrove Menurut Undang-undang

Pengertian hutan mangrove menurut Undang-Undang Nomor 41/1999 yang mengatur tentang Kehutanan.

Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan.

Dan mangrove disana dijelaskan adalah sebuah vegetasi hutan yang tumbuh pada tanah alluvial atau di daerah pantai yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut.

Ciri-Ciri Hutan Mangrove

Setiap jenis hutan memiliki karakteristik tertentu. Dan berikut ini adalah ciri-ciri hutan mangrove.
  • Kurangnya abrasi tanah.
  • Adanya salinitas tanah yang tinggi.
  • Biasanya didominasi oleh tumbuhan mangrove/bakau.
  • Tumbuh secara berkelompok dalam jumlah yang banyak.
  • Hanya ada sedikit jenis tumbuhan yang dapat hidup.
  • Keberadaanya sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut.
  • Jenis tumbuhannya yang khas karena melawati proses adaptasi serta evolusi
  • Memiliki Akar yang besar dan mencuat kepermukaan serta memiliki buah.
  • Hidup di perariran payau yang terdiri dari campuran air laut dan air tawar.
Itulah beberapa ciri dari hutan mangrove yang harus diketahui. Dari pembahasan tersebut dapat diketahui kesimpulan bahwa hutan ini memiliki ciri khas dan sangat berbeda dengan hutan pada umumnya.

Jenis-Jenis Mangrove

Pengertian Hutan Mangrove: Ciri-Ciri, Jenis, Fungsi & Manfaat

Jenis-jenis mangrove di Indonesia dapat dibedakan berdasarkan kondisi habitat tanaman mangrove tersebut. Avicenna alba dan Sonneratia alba dapat tumbuh di wilayah yang selalu tergenang air dan cenderung berpasir, aneka jenis Rhizopora atau bakau dapat tumbuh dalam kondisi pasang sedang dan tanah berlumpur.

Sedangkan Bruguiera sp dan Xylocarpus sp merupakan jenis mangrove yang terletak paling dekat dengan daratan dan tergenang air saat terjadi pasang tinggi. Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai jenis tanaman mangrove di Indonesia.

1. Avicennia

Jenis-jenis mangrove di Indonesia salah satunya adalah Avicennia yang lebih dikenal dengan nama api-api.

Jenis mangrove yang satu ini biasanya hidup dengan habitat tanah pasir dan berada paling depan dari kawasan hutan mangrove.

Mangrove jenis ini juga dapat tumbuh di kawasan rawa-rawa, tepi pantai berlumpur juga di sepanjang tepian sungai pasang surut.

Avicennia memiliki ciri akar yang berbentuk seperti pensil menonjol di permukaan air dan berfungsi sebagai akar nafas.

Avicennia yang dikenal di Indonesia ada lima macam yaitu Avicennia alba, eucalyptifolia, lanata,  marina, officinalis. Kebanyakan jenis Avicennia dapat tumbuh kembali dengan cepat dan memiliki adaptasi yang tinggi pada air dengan salinitas tinggi.

Jenis-jenis mangrove yang paling sering ditemui di Indonesia adalah Avicennia marina dengan susunan daun tunggal dan bertangkai dengan ujung runcing atau membulat.

Mangrove jenis ini memiliki sifat pioneer karena merupakan jenis mangrove yang paling awal tumbuh saat kawasan mangrove terbuka mengalami kerusakan.

Jenis mangrove Avicennia merupakan tumbuhan mangrove yang paling cepat pulih dan kembali tumbuh.

Selain berfungsi untuk mencegah pengikisan pantai, Avicennia juga memiliki banyak manfaat lain bagi kehidupan.

Kayu tumbuhan mangrove yang satu ini dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan rumah, kapal atau mebel.

Kayu Avicennia terkenal akan ketahanannya terhadap rayap dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Sedangkan bagian batang dan rantingnya dapat digunakan sebagai bahan baku pembuat kertas.

2. Bruguiera

Selain Avicennia, Bruguiera merupakan jenis-jenis mangrove yang bisa ditemukan di Indonesia. Jenis mangrove yang satu ini biasanya tumbuh dekat dengan pantai dan jarang tergenangi air kecuali saat pasang tinggi.

Terdapat enam macam Bruguiera di Indonesia yaitu Bruguiera cylindryca, exaristata, gymnorrhiza, haenessii, parviflora, dan  Bruguiera sexangula.

Jenis mangrove yang satu ini merupakan tanaman perdu dengan akar lutut yang mampu beradaptasi pada kawasan peralihan antara ekosistem laut dan darat.

Mangrove Bruguiera dapat ditemukan pada kawasan hutan bakau tua dan dapat tumbuh dalam habitat tanah berlumpur, berpasir hingga gambut.

Jenis-jenis mangrove Bruguiera ini dikenal juga dengan nama putut. Kondisi pohonnya selalu hijau dengan tinggi hingga 15 meter dan memiliki daun yang berhadapan pada ujung ranting.

Tanaman mangrove yang satu ini cukup unik karena berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Bentuk bunganya yang indah dengan daun yang selalu hijau menambah keanekaragaman ekosistem kawasan bakau.

Tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari kawasan hutan bakau, Bruguiera juga memiliki manfaat lainnya.

Kayu Bruguiera merupakan kayu bakar terbaik yang langsung bisa digunakan  setelah ditebang. Selain itu, kulit batangnya dapat berfungsi sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan diare dan demam.

3. Ceriops

Jenis-jenis mangrove yang satu ini memiliki ciri akar pensil dengan buah memanjang. Terdapat dua jenis Ceriops di Indonesia yaitu Ceriops decandra dan Ceriops tagal. Jenis tumbuhan mangrove yang satu ini dikenal dengan nama lokal Tengar dan banyak terdapat di kawasan Sulawesi.

Ceriops berbentuk pohon kecil atau perdu dengan ketinggian sekitar 10 hingga 15 meter dengan batang menggembung pada pangkal juga akar tunjang berukuran kecil.

Berdaun tunggal dengan ujung tumpul, bunga Ceriops bertangkai pendek dengan kelopak kehijauan dan daun mahkota berwarna putih.

Kayu Tengar terkenal sebagai kayu terkuat dari jenis-jenis mangrove lainnya. Biasa digunakan sebagai bahan baku bangunan, bantalan rel kereta api dan sebagainya.

Kayu Tengar juga bisa digunakan sebagai arang dan kayu bakar. Kulit batang kayu Tengar dapat digunakan sebagai pewarna dan penyamak kulit.

4. Rhizophora

Jenis-jenis mangrove yang satu ini merupakan jenis mangrove yang paling populer di Indonesia.

Biasa disebut bakau, hutan mangrove sering disebut sebagai hutan bakau karena kebanyakan populasi kawasan mangrove merupakan jenis dari Rhizophora ini. Akar Rhizophora berbentuk tunjang dan menghujam ke tanah.

Terdapat tiga jenis Rhizophora yang ada di Indonesia Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa.

Jenis mangrove yang satu ini merupakan pohon besar yang bercabang-cabang dengan akar mencolok. Memiliki ketinggian maksimal hingga 30 meter, diameter batang Bakau juga cukup tebal hingga 30 sentimeter.

Tak heran jika dari jenis-jenis mangrove yang ada di Indonesia, bakau merupakan salah satu spesies yang paling mendominasi kawasan hutan mangrove.

Akarnya yang besar dan menonjol dari tanah memberikan kesan kokoh dan kuat dari pohon jenis mangrove satu ini.

Sebagaimana jenis kayu mangrove lainnya, kayu bakau biasa digunakan sebagai bahan bangunan, kayu bakar dan bahan baku arang. Selain itu, kayu bakau biasa digunakan sebagai bahan baku kertas yang menghasilkan kertas dengan kualitas tinggi.

5. Sonneratia

Jenis-jenis mangrove selanjutnya adalah Sonneratia yang dapat ditemukan pada perairan dalam dan berpasir atau berbatu karang.

Berfungsi sebagai salah satu penyusun kawasan hutan mangrove, Sonneratia merupakan pohon berbatang besar dengan banyak cabang.

Terdapat tiga jenis Sonneratia di Indonesia yaitu Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris, dan Sonneratia ovata.
Tumbuhan mangrove yang satu ini berhadapan langsung dengan laut terbuka dan selalu hijau dengan ketinggian maksimal 15 meter.

Dikenal dengan nama lokal Perepat, Sonneratia juga termasuk tanaman mangrove yang bersifat pioneer yang akan tumbuh pertama dari kawasan mangrove lainnya.
Perepat berbunga sepanjang tahun, pada waktu malam pohon perepat sering dijadikan tempat berkumpul kunang-kunang.

Jenis-jenis mangrove ini dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia utamanya di bagian timur Indonesia. Kayu perepat berkualitas sedang dan sering digunakan sebagai pasak rumah atau bahan baku pembuatan perahu.

Itulah beberapa jenis-jenis mangrove yang ada di Indonesia. Mulai dari tanaman mangrove yang berhadapan langsung dengan laut seperti Sonneratia dan Avicennia, tanaman mangrove yang mengisi bagian tengah kawasan bakau seperti Rhizophora, hingga tanaman mangrove yang tumbuh dekat daratan seperti Ceriops dan Burguiera.

Fungsi Hutan Mangrove

Peran hutan secara umum adalah sebagai penetralisir ekosistem serta untuk menyimpan cadangan air pada akar- akar pohon-pohon, sehingga ketika musim kemarau tiba cadangan air masih ada dan tidak takut kehabisan air tawar.

Bagaimana dengan hutan mangrove? Berikut ini adalah beberapa pembahasan tentang fungsi hutan mangrove yang harus diketahui.

Fungsi Ekonomi

  • Bisa menghasilkan beberapa jenis kayu yang berkualitas tinggi.
  • Menghasilkan arang kayu, ,bahan pewarna, tanin, kosmetik, hewan, bahan pangan, bahan tekstil dan minuman.

Fungsi ekologis

  • Keberadaan hutan mangrove akan menghambat terjadinya abrasi pantai.
  • Berfungsi sebagai habtitat dari beberapa jenis hewan seperti biawak air, udang lumpur, kepiting bakau, siput bakau, serta berbagai jenis ikan belodok.
  • Sebagai tempat hidup untuk berbagai jenis tumbuhan atau flora.
Fungsi utama dari hutan bakau atau mangrove adalah untuk mencegah terjadinya abrasi serta sebagai habitat bagi flora dan fauna yang ada.

Manfaat Hutan Mangrove

Pengertian Hutan Mangrove: Ciri-Ciri, Jenis, Fungsi & Manfaat

Hutan mangrove memiliki peran yang cukup besar untuk kehidupan, terutama bagi orang-orang yang hidup di pesisir pantai.

Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari hutan mangrove adalah sebagai sumber makanan, mencegah banjir, mencegah erosi, bahan baku industri, serta fungsi rekreasi. Berikut pembahasan lengkapnya.

1. Sebagai Sumber Makanan

Hutan mangrove memiliki peran penting terhadap sumber makanan bagi fauna yang nantinya bisa berdampak terhadap manusia. Dengan banyaknya hewan yang hidup disana terutama ikan, kepiting dan lainnya bisa mencukupi pangan manusia.

2. Mencegah Terjadinya Abrasi

Pengikisan permukaan pantai yang sering terjadi akhir-akhir ini karena arus atau gelombang ombak yang sangat besar membuat kita patut waspada. Salah satu untuk mengatasinya adalah dengan melestarikan hutan bakau.

Keberadaan hutan mangrove nantinya kana menghambat gelombang serta angin kencang yang menerjang daratan.

3. Mampu Membentuk Lahan Baru

Kemampuan untuk melakukan vegetasi sangat memungkinkan untuk membuka lahan baru. Nantinya sedimen lumpur akan di bawa dari arah daratan menuju laut yang diseimbangkan oleh akar-akar pohon mangove.

Beberapa sumber menyatakan bahwa pertumbuhan hutan mangrove yang mampu masuk ke laut di dafuk mampu menambah luas daratan.

4. Menjadi Habitat Satwa Langka

Hutan mangrove sangat berguna untuk menampung para satwa langka. Setiap hutan yang ada hidup sekitar 100 jenis burung.

Selain adanya burung, hewan lain seperti kera ekor panjang, kera muka putih, dan hewan dalam air laut seperti ikan, kepiting, udang, moluska, buaya dan hewan lainnya hidup disana.

5. Penghambat Masuknya Racun

Banyak sekali racun-racun yang masuk keperairan dan menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kehidupan.

Manfaat dengan adanya hutan mangrove ini adalah tanaman-tanaman yang ada di dalamnya mampu menyerap racun dan memproduksi tanaman untuk mengobati beberapa jenis racun.

Manfaat Hutan Mangrove Menurut Onrizal (2006) meliputi :

Fungi fisik
  1. Menjaga garis pantai agar tetap stabil.
  2. Melindungi pantai dari erosi laut/abrasi.
  3. Sebagai intrusi air laut.
  4. Mempercepat perluasan lahan.
  5. Untuk mengolah bahan limbah
  6. Fungsi biologis.
  7. Sebagai tempat pembenihan ikan, udang.
  8. Tempat hidupnya beberapa biota air.
  9. Sebagai tempat hidup burung dan berbagai jenis biota

Fungsi ekonomi

  1. Sebagai sumber bahan bakar.
  2. Menjadi tempat pertambakan.
  3. Sebagai tempat pembuatan garam.
  4. Tempat mendapatkan bahan bangunan.
  5. Menjadi tempat untuk mencari makanan.
  6. Tempat untuk mencari obat-obatan & minuman.
  7. Untuk mencari pakan ternak.

Manfaat hutan mangrove dari Kusmana (dalam Onrizal, 2006) :

  1. Sebagai penghambar erosi pantai.
  2. Digunakan sebagai tempat untuk mengolah limbah organik.
  3. Tempat untuk mencari makan.
  4. Menjadi tempat habitat berbagai jenis margasatwa;
  5. Sebagai penghasil kayu dan non kayu;
  6. Menjadi tempat berkembangnya potensi ekoturisme.

Menurut Ishyanto (dalam Onrizal, 2006) ada bebeberapa manfaat hutan mangrove diantaranya :

  1. Mengurangi dampak abrasi pantai
  2. Sebagai penahan adanya gelombang tsunami.

Bentuk Adaptasi Hutan Mangrove

  • Avicennia beradaptasi di tepi laut dengan menegakan akar yang muncul ke atas permukaan.
  • Rhizophora beradaptasi dengan mengembangkan akar tunjang untuk bisa bertahan dari ganasnya gelombang laut.
  • Bruguiera mampu beradaptasi dengan ekosistem hutan bakau dengan akar lutut yang pada awalnya tumbuh ke arah substrat kemudian melangkung menuju ke substrat lagi.
  • Xylocarpus mampu beradaptasi dengan akar papan yang memanjang dan berkelok-kelok.
  • Sonneratia mampu untuk berkembang dengan batangnya yang besar yang bercabang sehingga memungkinkan untuk mengambil oksigen dari udara dengan sempurna.

Ekosistem Hutan Mangrove

Kehidupan flora yang hidup di hutan mangrove dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan antara lain sebagai berikut.

1. Jenis tanah

Jenis tanah yang ada pada sisi pantai sangat mempengaruhi pertumbuhan flora yang ada di sana. Hutan bakau biasanya diselimuti oleh tanah berupa lumpur yang telah bercampur dengan bahan-bahan organik.

Selain itu substrat yang ada mengantung pasir dalam jumlah tinggi sehingga akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

2. Pengaruh Angin dan Terpaan Ombak

Angin yang kencang bisa berdampak cukup serius terhadap ekosistem hutan bakau. Biasanya tumbuhan akan mudah patah karena selalu tertiup angin kencang.

Selain itu dampak yang ditimbulkan oleh terjangan ombak yang besar sangat beresiko karena bagian depannya akan terus menerus di terpa oleh gelombang ombak dalam jumlah yang besar.

Untuk mencegah dan mengembangkan pelestarian alangkah baiknya tanaman yang memiliki batang keras dan kuat (salah satunya Rhizophora) lebih baik ditanam di depan hutan untuk mencegah arus dan angin yang besar.

3. Penggenangan oleh air

Faktor genangan air sangat mempengaruhi hutan mangrove dimana bagian luar akan sangat basah, terus bagian tengah lembab, dan dibagian dalam akan relatif lebih kering.

 Dengan demikian zonasi vegetasi mangrove akan terbentuk secara alami dan akan ada tumbuhan mangrove yang berbeda dari 3 zona tersebut.
  • Dibagian luar yang dekat dengan air tawar akan hidup mangrove dengan jenis nipah atau Nypa fruticans kemudian pipada atau Sonneratiacaseolaris serta bintaro atau yang bisa disebut juga dengan Cerbera spp.
  • Sementara bagian dalam akan ditumbuhi oleh R. mucronata dengan jenis Bruguiera spp, kaboa atau Aegiceras corniculata, dan lain sebagainya.
  • Dan bagian paling dalam atau wilayah kering akan tumbuh nirih atau Xylocarpus spp, teruntum atau Lumnitzera racemosa, Heritiera littoralis dan Exoceria agallocha.

Persebaran Hutan Mangrove di Indonesia

Hutan mangrove merupakan salah satu keanekaragaman nabati Indonesia yang sangat penting bagi dunia. Pohon-pohon mangrove ini biasanya tersebar di sepanjang pesisir pantai dan muara sungai yang terdapat di seluruh Indonesia.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan IPB pada tahun 1999, luas kawasan mangrove di Indonesia sekitar 9,2 juta hektar. Sekitar 56% dari keseluruhan kawasan mangrove tersebut mengalami kerusakan akibat pencemaran, eksploitasi, bencana alam dan lain sebagainya. Indonesia sendiri memiliki 202 jenis tanaman mangrove yang tersebar di seluruh Indonesia berdasarkan habitatnya.

Dari 202 jenis tanaman mangrove yang ada di Indonesia, 166 jenis terdapat di pulau Jawa, 157 jenis ditemukan di Sumatera, 150 jenis terdapat di Kalimantan, 135 jenis ditemukan di Sulawesi dan 142 jenis terdapat di Papua.

Permasalahan Hutan Mangrove

Ada beberapa permasalahan yang bisa ditimbulkan jika hutan mangrove rusak, simak yang berikut ini.
  1. Adanya instrusi air laut.
  2. Kemampuan ekosistem untuk mengikis sampah organic, minyak bumi dll menurun dibandingkan dengan adanya hutan mangrove.
  3. Hilangnya flora & fauna di wilayah pesisir pantai.
  4. Mengakibatkan abrasi pantai meningkat.
  5. Sumber makanna akan menurun.
  6. Gelombang tiupan angin dan air tidak akan bisa tertahan oleh flora yang ada disana.
  7. Pencemaran Pantai akan semakin meningkat.
  8. Racun akan cepat menyebar.
  9. Berdampak terhadap perekonomian masyarakat.
  10. Bahan sebagai tekstill, parfum, panin dan lainnya akan menghilang.

Penyelesaian Masalah Hutan Mangrove

Untuk mencegah adanya perusakan dan penghilangan hutan mangrove pemerintah Indonesia sudah membuat aturan dalam Keppres No. 32 tahun 1990 tentang pengelolaan kawasan lindung.

Penyelesaian masalah hutan mangrove yang bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan, memperbaiki dan melestarikannya adalah sebagai berikut.
  1. Melakukan reboisasi atau penanaman kembali hutan mangrove untuk memastikan agar hutan bakau tidak hilang.
  2. Mengatur kembali tata ruang wilayar diperisir (pemukimaan, vegetasi dan lainnya). Misalnya melestarikan dan membuat hutan mangrove menjadi tempat wisata agar bisa dirawat oleh pemerintah dan warga setempat.
  3. Dilakukannya penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi warga masyarakat tentang betapa pentingnya hutan mangrove untuk kehidupan.
  4. Mengembangkan kearifan lokal untuk meningkatkan perekonomian dan kelestarian hutan bakau.
  5. Diberlakukannya program komunikasi konservasi hutan mangrove.
  6. Adanya hukum yang berlaku dan penegak hukum yang jujur dan adil.
  7. Membuat inovasi tentang hutan mangrove supaya masyarakat dan pemerintah setempat tertarik untuk melestarikan kearifan hutan ini.

Kesimpulan

Jadi, pengertian hutan mangrove adalah suatu ekosistem hutan di daerah pesisir pantai. Jenisnya ada Avicennia, Bruguiera, Ceriops, Rhizophora, Sonneratia dan lainnya. Ekosistem hutang mangrove sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian, kelestarian lingkungan dan ekosistem flora dan fauna.

Itulah pembahasan tentang pengertian hutan mangrove, ciri-ciri, jenis-jenis, fungsi, manfaat, adaptasi, permasalahan dan solusi yang harus digunakan untuk melestarikan hutan mangrove. Jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan lampirkan saja di kolom komentar. Terimakasih.